Senin, 30 September 2019

SUDAH menjadi suatu pembiasaan setiap pagi jam 06.30, siswa dan siswi MI Islamiyah Adinuso melaksanakan shalat Dhuha?. Tahu Tidak, bahwa sholat Dhuha merupakan sedekah dan investasi amal cadangan bagi muslim yang melakukannya. Setidaknya ada tiga makna filosofi dari sholat Dhuha yaitu mengingat Allah SWT ketika senang, perwujudan syukur kepada Allah SWT, tawakal serta berserah diri kepada ketentuan Allah SWT, bahwa Dia-lah yang mengatur rezeki.
Sedangkan manfaat sholat Dhuha adalah meningkatkan kesehatan jasmani lebih optimal, meningkatkan kecerdasan, memudahkan jalan meraih rezeki. Hikmah dari sholat Dhuha adalah hati menjadi tenang, pikiran menjadi lebih konsentrasi, kesehatan fisik terjaga, kemudahan urusan dan memperoleh rezeki yang tidak disangka-sangka.
Waktu shalat Dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggalan dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu Zhuhur, meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.
Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat Dhuha ini seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha."
Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat Dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya. Berbeda dengan shalat Shubuh, maka tidak ada perbedaan dikalangan ulama bahwa ia adalah wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seorang yang hanya mengerjakan shalat Dhuha yang kedudukannya sunnah sementara dirinya meninggalkan shalat Shubuh yang kedudukannya lebih tinggi darinya yaitu wajib.

Untuk Kesehatan
Sholat Dhuha juga  bisa menyehatkan tubuh. Seperti diriwayatkan Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).
Abu Hurairah r.a. berkata, "Kekasihku, Muhammad SAW Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan (Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur." (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW bersabda: "Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya." (HR Muslim)
Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik yakni waktu ketika tubuh memerlukan energi namun juga harus bersiap menghadang stres yang menerpa. Dr. Ebrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, "Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve." Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.
Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa!
Jadi, anak-anakku yang belajar di MI Islamiyah Adinuso ayo...! biasakanlah kita sholat Dhuha! InsyaAllah kita akan menjadi pribadi muslim dan muslimah yang cerdas dan berakhlak mulia amin Allahumma amiiin.(diambil dari berbagai sumber semoga bermanfaat)

Jumat, 03 Juni 2016



PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)

MI ISLAMIYAH ADINUSO
                                                      TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Informasi Pendaftaran :


Pendaftaran dimulai tanggal 1 April s/d 16 JuIi 2016
Waktu Pendaftaran     : Senin s.d Sabtu pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB
Tempat Pendaftaran   : Kantor MI Islamiyah Adinuso


Syarat Pendaftaran:      

1.  Mengisi formulir pendaftaran     
2.  Menyerahkan Foto copy Akta lahir anak
3.  Menyerahkan Foto copy Kartu Keluarga, 
4.  Menyerahkan Foto copy KTP orang tua,
5.  Menyerahkan Fotocopy Ijazah bagi lulusan RA/TK     
6.  Menyerahkan Fotocopy KPS (bagi yang memiliki) 
7.  Menyerahkan Fotocopy PKH (bagi yang memiliki) 
8.  Menyerahkan Fotocopy KKS (bagi yang memiliki) 
9.  Menyerahkan Fotocopy KIP (bagi yang memiliki) 
10.Pas Foto 3x4 2 Lembar

Tempat Pendaftaran:

MI Islamiyah Adinuso

Jl. JL. Dukuh Krajan RT 02 Rw 02 Desa Adinuso Kec. Subah

Contact Person:

Uswatun Khasanah, S.Pd.I             :  082328917567    

Rochmatun Azilah                            : 085225040655
Sirojudin Ahmad, S.Pd.I                 : 085640648059      
Ida Muttaqiyah, S.Ag                       : 085226100119
Nur Faidah, S.Pd.I                           : 081326879991

Rabu, 14 Mei 2014

VISI DAN MISI

I. VISI   

          "Terwujudnya generasi muslim yang sholeh, , menguasai  IMTAQ dan IPTEK"

II. MISI
        1. Melaksanakan proses pembelajaran yang profesional interaktif serta menyenangkan.
        2. Melaksanakan kegiatan peribadatan, pembinaan secara intensif dan pembiasaan.
        3. Melaksanakan mengembangkan seni dan keterampilan siswa sebagai bekal  
           mengembangkan kemampuan diri.
        4. Melaksanakan pembinaan akhlak sesuai nilai-nilai keislaman.
        5. Memberikan kemampuan akademik, penguasaan IPTEK serta keterampilan untuk  
            melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi.
        6. Melaksanakan managemen partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen dan warga 
           masyarakat.

V. TUJUAN

        •     Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.
        •    Memiliki wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luas dan mendalam.
        •    Memiliki keterampilan keagamaan.
        •    Memiliki  motivasi dan kometmen yang tinggi untuk mencapai prestasi akademik.
        •    Memiliki sikap cinta tanah air, nasionalisme, dan patriotisme.
        •    Memiliki kemampuan berorganisasi dan jiwa kepemimpinan yang tinggi.
        •    Memiliki kemampuan bersosialisasi, beradabtasi dengan lingkungan dan mandiri

Rabu, 07 Mei 2014

DEWAN GURU MADRASAH

970563_601024526595918_405131979_n (1)
LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF NU MWC KEC. SUBAH
MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH ADINUSO SUBAH   
TERAKREDITASI B                                                                                                     NPSN:60713251.......NSM:111233250084 Web: miadinuso.sch.id  Email: mi_islamiyah_adinuso@yahoo.co.id                            Alamat : JL Ds Adinuso Dk. Krajan  RT/RW 02/02 Kec.Subah, Kab. Batang Telp. (0285)  666 742

Siswa Kelas 6 Tahun Pelajaran 2013/2014

Rabu, 26 Maret 2014

"Harta itu hijau lagi manis, maka barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan (ambisius, tamak) maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang." (HR. Bukhari)

Senin, 10 Maret 2014

GURU

Di dunia ini, sosok guru bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja. Sosok guru bagai sebuah mesin yang setiap saat "memproduksi" murid-muridnya menjadi manusia yang baik. Yang dimaksudkan di sini adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Manusia yang kelak akan menjadi sosok yang mampu bersosialisasi dengan orang lain. Dengan kata lain, setiap orang pasti melalui proses pembelajaran, baik formal dan atau nonformal, atau keduanya. Tentunya, proses pembelajaran memerlukan adanya sosok guru.